RANUPANI – Kerinduan para pendaki untuk kembali menapaki atap Pulau Jawa, Gunung Semeru, tampaknya akan segera terobati. Berdasarkan Rapat Koordinasi Awal antara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dengan Tim Paguyuban Pemandu Gunung Semeru Tengger (PPGST) pada Rabu (1/4), jalur pendakian legendaris ini direncanakan akan dibuka kembali secara resmi pada 10 April 2026.
Rapat yang berlangsung di Ruang Briefing Pendakian Ranu Pani tersebut dihadiri oleh pejabat struktural TNBTS serta jajaran anggota PPGST. Pertemuan ini menjadi krusial untuk memastikan kesiapan sarana prasarana serta keamanan jalur pasca penutupan panjang.
Prioritas Keamanan Jalur dan Perbaikan Sarpras
Kepala Bidang Wilayah II PTN BTS, Pak Teguh, yang memiliki pengalaman di TNGR (Rinjani), menekankan bahwa keselamatan pendaki adalah prioritas utama. TNBTS telah mengalokasikan anggaran khusus untuk pemeliharaan jalur, sehingga anggota PPGST tidak perlu lagi melakukan iuran swadaya untuk pembersihan jalur.
Beberapa poin pembenahan yang akan dikebut dalam waktu dekat meliputi:
Perbaikan titik longsor di sepanjang jalur pendakian.
Pemasangan tali pancang pengaman pada titik-titik rawan.
Rehabilitasi Shelter Ranu Kumbolo dan papan interpretasi yang rusak.
Optimalisasi fasilitas teknologi, termasuk pemeliharaan CCTV dan sistem PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).
Timeline Menuju Pembukaan
Pihak TNBTS dan PPGST telah menyepakati rangkaian jadwal persiapan akhir sebagai berikut:
3–5 April 2026: Perekrutan dan pelaksanaan pembersihan jalur serta perbaikan sarpras.
4 April 2026: Kerja bakti massal PPGST di Ranu Pani (pemindahan posko dan sterilisasi ruang briefing).
6 April 2026: Laporan hasil pemantapan jalur.
7 April 2026: Rapat Koordinasi Final di TIC Ranu Pani.
10 April 2026: Pembukaan Resmi, yang akan ditandai dengan prosesi tumpengan, doa bersama dukun adat, dan pemberangkatan perdana pendaki.
Perubahan Mekanisme Booking dan Kebijakan Baru
Guna memberikan kenyamanan lebih bagi para pendaki dan meminimalisir praktik percaloan, terdapat beberapa perubahan signifikan dalam sistem pendakian tahun 2026:
Sistem Kuota Bulanan: Berbeda dengan sebelumnya, kuota pendakian akan dibuka langsung untuk periode satu bulan. Hal ini bertujuan agar pendaki tidak perlu melakukan “war tiket” setiap hari.
Fleksibilitas Reschedule: Pendaki diberikan waktu satu bulan untuk mengajukan perubahan jadwal (reschedule) dan bebas memilih waktu selama musim pendakian 2026 (sebelum penutupan pada 1 Desember).
Batas Registrasi: Sosialisasi akan diperketat mengenai batas waktu registrasi di lokasi, yakni maksimal pukul 12.00 WIB.
Manajemen Sampah: Pasca-pendakian akan menjadi perhatian serius, termasuk penyediaan tempat penampungan sampah yang lebih layak di basecamp.
Penyesuaian Jasa Pemandu
Selain teknis pendakian, PPGST juga mengusulkan penyesuaian biaya jasa pemandu/porter menjadi Rp 250.000 per hari. Selain itu, terdapat usulan penambahan kuota harian dan durasi pendakian yang saat ini tengah diajukan secara resmi kepada pihak TNBTS untuk disetujui.
Bagi wisatawan mancanegara, pengelolaan kuota khusus akan dikelola langsung oleh PPGST melalui akses khusus yang dikoordinasikan dengan Kepala Bidang Wilayah II.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi erat antar pemangku kepentingan, pembukaan Gunung Semeru tahun ini diharapkan tidak hanya membangkitkan ekonomi lokal tetapi juga tetap menjaga kelestarian ekosistem taman nasional.
Salam Rimba!

