Blog

May 30, 2017

Mahameru,puncak tertinggi jawa

Gunung semeru atau sering disebut dengan mahameru merupakan salah satu gunung berapi yang aktif dan tertinggi di pulau jawa. Gunung ini sering dijadikan lokasi pendakian untuk para pecinta alam ataupun masyarakat yang ingin wisata pendakian di gunung semeru. Lokasi gunung semeru terdapat di jawa timur dengan ketinggian sekitar 3676 diatas permukaan laut. Gunung semeru memiliki keindahan alam yang luar biasa. Di gunung ini akan ditemui berbagai macam danau hingga kawah yang ada di puncak gunung

Gunung tertinggi di pulau Jawa ini masuk dalam taman nasional Bromo Tengger Semeru yang terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273 hektar. Pintu pertama menuju puncak Mahameru adalah melalui kota Malang atau Lumajang yang membawa kamu ke Tumpang. Karena banyaknya pendaki di sana, maka tak heran jika kawasan Tumpang cukup ramai.

Ranu pani

Dari Tumpang, kamu akan dibawa ke Ranu Pani (Ranu Pane), desa terakhir di kaki gunung Semeru selama kurang lebih 3 jam dengan jeep/truk sayuran. Perjalanan ke Ranu Pani searah dengan ke Bromo yakni melewati desa Ngadas. Sepanjang perjalanan menuju Ranu Pani, kamu akan melihat kondisi berliku-liku dan menanjak yang melewati bukit. Di pos Ranu Pani, para pendaki harus melakukan perijinan. Di sini, suasana dingin dan Mahameru sudah menanti kamu dengan begitu gagah.

Jika kamu ingin melihat seperti apa danau di surga, beberapa pendaki yang sudah pernah ke Mahameru pasti akan menyebutkan nama Ranu Kumbolo. Salah satu titik terdingin di gunung Semeru ini adalah danau yang berada di tengah gunung dengan ketinggian 2.400 mdpl. Melihat Ranu Kumbolo dengan air super bening, kamu akan menyadari batas air dan cakrawala langit begitu tipis dengan cantiknya. Sungguh kuasa Tuhan yang sangat tidak terhingga indahnya.

Bagi kamu yang sudah menonton film 5 CM, atau sudah pernah mendaki Semeru, pasti begitu paham dengan mitos Tanjakan Cinta. Tanjakan Cinta sebenarnya adalah bukit yang harus dilewati dari Ranu Kumbolo ke Oro Oro Ombo dengan Mahameru berdiri di baliknya dalam hamparan langit biru. Mitos menyebutkan apabila kamu melewati Tanjakan Cinta tanpa menoleh ke belakang dan memikirkan seseorang yang dicintai, maka cinta itu akan abadi. Lantas bagaimana dengan yang jomblo? Semoga tidak jomblo abadi .

Oro Oro (padang/savana) Ombo (luas)

adalah jalur berikutnya menuju Mahameru. Jalur di Oro Oro Ombo tidak begitu menyusahkan karena kamu akan melewati padang yang begitu luas dengan hamparan rumput dan lavender. Sampai di sini, jangan lewatkan melihat pemandangan luar biasa di sekitarmu. Selama berjalan di Oro Oro Ombo, Mahameru akan mengintip di balik bukit yang membentang, seakan menunggu para pemberani menyapanya di atas.

Pos Jambangan

Melewati Oro Oro Ombo, kamu akan disambut oleh Cemoro Kandang dan kemudian pos Jambangan. Di sini kamu akan semakin merasa ‘merinding’ karena kubah Mahameru sudah berdiri di depanmu, melihat bukti kebesaran Illahi yang akan segera kamu daki. Tidak hanya itu, salah satu yang membuat Jambangan begitu luar biasa adalah hamparan sang bunga abadi, Edelweis.

Dinamakan pos Kalimati

adalah karena di sekitar sana terdapat bekas sungai aliran lahar gunung Semeru yang sudah mati. Jangan lupa untuk mengisi kebutuhan air terakhir di Sumber Mani, sumber mata air terakhir sebelum puncak Sang Dewa. Dengan ketinggian 2.700 mdpl, para pendaki akan melawan dingin di tepi hutan cemara sambil beristirahat sebelum pendakian yang sebenarnya. Di sini para pendaki akan meninggalkan semua barang bawaan mereka dan hanya membawa air minum seadanya.

Menuju Arcapadha sangatlah berat, kamu akan melewati turunan dan hutan yang kemudian disambut tanjakan yang sangat terjal dan berdebu, karena Semeru memang gunung berapi yang masih aktif. Dinamakan Arcapadha (Arcopodo), karena di pos ini ada dua buah arca (patung) kembar yang misterius yang gosipnya hanya bisa dilihat orang-orang tertentu.

 

source kaskus

Destinations, Jawa Timur, Uncategorized , , , , , , , , , , , ,
About anakgunung

Menjelajah Negeri, menjaga Harta Karun Yang tersembunyi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kubungi Kami